•  
  •  
  •  
  •  

digiworldseo.com – Memiliki website pribadi ibarat sedang menanam. Anda memulainya dari awal, mulai dari pemesanan paket hosting dan domain, mengembangkan theme yang digunakan  untuk membuatnya interaktif dan mudah diakses hingga tahap pengisian konten yang sesuai dengan misi website.

Namun selang beberapa waktu, muncul pertanyaan-pertanyaan berikut yang mendorong keingintahuan Anda, yaitu:

  • Pengunjung website hanya sedikit
  • Pengunjung tidak mengisi form optin yang sudah disediakan walaupun sudah diletakkan di tempat yang strategis dan terlihat jelas

trafik pengunjung website turun

  • Traffic banyak tetapi konversi hanya sedikit
  • Bounce rate yang cukup tinggi

Di atas adalah beberapa pertanyaan yang umum muncul di benak pemilik website. Dan pertanyaan tersebut mendorong perlunya dilakukan audit terhadap website. Yup, bahkan website pun mengenal istilah audit.

Audit Website

Apa itu audit website? Seperti istilah audit di bidang lain, audit website adalah sebuah pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh dan sistematis pada satu website untuk mengetahui kondisi saat ini dan membandingkan dengan kondisi ideal seharusnya sebuah website.

Untuk melakukan audit website, digunakan pola pengajuan pertanyaan. Pertanyaan tersebut memunculkan jawaban dan jawaban ini digunakan sebagai panduan utama untuk membuat berbagai alternatif dari permasalahan yang ada di website.

Audit website ini cukup krusial. Karena traffic dan konversi yang dihasilkan saat ini, mungkin saja masih bisa dioptimalkan jika diketahui permasalahannya.  Alasan lainnya adalah seperti di bawah ini:

  1. Dengan melakukan audit website, Anda bisa mengetahui sejauh mana kehadiran website Anda dan dikenal di dunia maya atau yang lebih dikenal dengan istilah online presence.  Ada jutaan website dan website Anda adalah salah satunya. Online presence akan memberikan gambaran seberapa kuat website yang Anda miliki bersaing dengan jutaan website lainnya. Semakin tinggi online presence yang dimiliki website Anda, pengunjung juga semakin mudah menemukan website Anda. Dan hal ini akan berbanding lurus dengan tingginya konversi yang menjadi target website Anda.
  1. Audit website dapat menemukan kekurangan yang ada. Mungkin Anda telah membeli theme yang mahal dan melengkapinya dengan plugin-plugin agar website semakin interaktif. Namun, kita bisa mengauditnya dan melihat tepat tidaknya penggunaan plugin (misalnya) di website. Berdasarkan informasi audit ini, Anda bisa melakukan penyempurnaan pada website.

audit website pribadi

  1. Selain menemukan kekurangan dari website, audit juga dapat membantu melihat hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan pada website Anda agar tujuan dan target yang Anda tetapkan dapat lebih cepat tercapai.

Baca Juga : Tips Memilih Jasa Pembuatan Aplikasi Mobile Terbaik dan Terpercaya

Lalu, bagaimana caranya melakukan audit website ini?

Berikut tips-tips mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengaudit website Anda.

  1. Identifikasi Benchmark

Hal yang pertama yang harus Anda lakukan adalah menetapkan benchmark atau standar. Benchmark ini penting dan akan menjadi panduan selama Anda melakukan audit. Anda bisa menggunakan tool audit website Semrush untuk mengidentifikasi benchmark. Cara untuk dapat mengakses Semrush adalah mendaftarkan akun website Anda hingga terverifikasi melalui email. Setelah itu, Anda dapat melakukan audit secara gratis sebanyak 1 kali.

Jika sudah terdaftar, Anda dapat menggunakan tools SEO yang tersedia di dalam Semrush selain tools audit website. Untuk user versi gratis, bisa mengaudit websitenya hingga 100 halaman. Sedangkan user berbayar dapat mengaudit websitenya hingga 100.000 halaman. Selain sebagai tool audit website, Anda juga dapat memanfaatkan Semrush untuk menilai ranking website dan performa SEO on page website Anda.

  1. Mengumpulkan Data SEO

Setelah selesai melakukan proses audit, Anda akan mengetahui total skor dari nilai website audit. Semakin tinggi nilai  yang didapatkan, maka skor Anda semakin baik.

benchmarking

Pada tahap ini Anda sudah mendapatkan informasi terkait website Anda dan kelompokkan informasi ini dalam kategori error dan warning. Jika masuk dalam kategori error, berarti terindikasi masalah yang harus segera mendapat perbaikan. Sedangkan kategori warning menunjukkan bagian-bagian yang perlu diimprove segera.

Selain dua kategori tersebut, Anda akan mendapatkan notifikasi  untuk mengecek Link View All Issue di mana di dalamnya terdapat laporan lengkap audit. Contohnya broken internal link, image not found, wrong page, external link dan masih banyak lainnya. Jika Anda klik, maka Anda bisa melihat detail dari masalah.

  1. Membandingkan Standar dan Menganalisa

Setelah memahami masalah yang terjadi di website, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mengecek rekomendasi yang ditawarkan untuk perbaikan website. Jangan lupa untuk membandingkan laporan website Anda dengan website kompetitor yang ada. Analisa masalah krusial agar kinerja website Anda menjadi lebih optimal.

  1. Membuat Planning Perbaikan

Tahap akhir adalah melakukan serangkaian rencana perbaikan yang diperlukan. Hal ini penting agar Anda bisa melakukan proses audit lanjutan dengan tujuan memaksimalkan perbaikan.

Di semua bidang, pekerjaan audit adalah pekerjaan berulang, sehingga Anda harus memasukkan program audit secara regular, walaupun tidak ada notifikasi error/crash pada website, untuk menjaga dan mengoptimalkan kinerja website dan juga sebagai upaya monitoring kesehatan website.

 

Tips Mudah Audit Website Pribadi

  •  
  •  
  •  
  •  
Tagged on: